Mengenal Jenis-jenis Fosil

Fosil telah digunakan sepanjang sejarah untuk mendokumentasikan dan menentukan usia spesies yang ada di bumi, mulai dinosaurus hingga manusia purba. Fosil merupakan bagian integral dalam mengakurasi penanggalan garis waktu hidup di planet ini. Karena begitu banyaknya fosil yang ada di bumi, maka arkeolog mengelompokkan fosil-fosil tersebut menjadi beberapa kelompok utama.
Fosil Cetakan dan Fosil Cor
Ketika tanaman atau hewan terkubur di bawah lapisan sedimen yang membusuk, kesan tubuhnya tersisa di batu yang terbentuk di sekitarnya itu dikenal sebagai fosil cetakan. Tetapi jika yang tertinggal hanya ruang fosilnya saja yang kemudian terisi oleh sedimen lainnya, maka akan membentuk fosil cor. Sebagian besar tulang dinosaurus termasuk ke dalam kategori fosil cetakan dan cor.
Fosil Membatu
Fosil ini terbentuk ketika air tanah menembus sisa-sisa organisme dan meninggalkan mineral. Air memasuki sel-sel organisme dan mengendapkan mineral, seperti silika, kalsit atau pirit. Dalam proses itu, tubuh organisme kemudian larut dan hanya mineral yang tersisa di tempat organisme itu berada. Fosil kayu adalah salah satu contohnya.
Fosil Utuh
Fosil jenis ini terjadi ketika seluruh bagian organisme, termasuk jaringan lunak, terawetkan. Contohnya, serangga yang terperangkap getah pohon dan menjadi batu amber atau mammoth yang terbungkus es.
 Jejak kaki dan Jalur Lintasan
Jejak kaki dibuat oleh binatang prasejarah yang berjalan melalui lumpur di mana jejak mereka kadang-kadang mengeras dan menjadi fosil. Sedangkan jalur lintasan berupa beberapa jejak kaki yang terjadi secara bersamaan dan dibuat oleh hewan yang sama. Jalur lintasan ini juga mencakup jejak-jejak yang dibuat oleh bagian tubuh tertentu, seperti ekor atau moncong hewan tertentu.
Coprolites
Coprolites adalah kotoran fosil. Lokasi mereka menawarkan petunjuk tentang di mana binatang hidup. Pemeriksaan terhadap coprolites juga dapat menghasilkan informasi tentang apa yang dimakan seekor hewan.

No comments :

Post a Comment